Anda Sering Kesemutan, Waspada Neuropati Mengintai Gaya Hidup Kamu

Waspada neuropati mengintai gaya hidup kamu - Tahukah Anda kalau ternyata gaya hidup orang kota membuat orang kota lebih beresiko terkena gangguan saraf yang disebut neuropati. Menurut survei terkini yang dilakukan oleh PT Merck yang melibatkan 900 responden pria dan wanita berusia 30-50 tahun di 6 kota besar, prevalensi gejala neuropati lebih dari 50 persen atau diderita satu dari dua orang, khusus mereka yang berusia di atas 30 tahun. Bahkan, survei tersebut juga menyebutkan satu dari empat orang mulai merasakan kesemutan dan kebas di usia 26-30 tahun.

Apa Itu Neuropati


Neuropati, di kalangan umum memang tidak setenar kondisi kesehatan lain. Namun, jangan menganggap sepele, karena neuropati dapat berpotensi mengganggu aktivitas normal kamu. 

Neuropati adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi-kondisi yang terkait dengan gangguan fungsi saraf. Kondisi ini mempunyai gejala seperti seringnya kesemutan, kebas, nyeri seperti tertusuk jarum, ataupun nyeri seperti terbakar. Jika kamu sudah mulai sering merasakan gejala tersebut, mungkin saatnya kamu mulai waspada gejala Neuropati.  

Gejala Neuropati
Rasa kesemutan, baal atau mati rasa, memang tidak mematikan, tetapi cukup menjengkelkan. Gangguan itu akan membuat aktivitas terganggu, makanya harus diatasi. Bila Anda sering mengalaminya, terutama di kaki maupun tangan, waspadai itu sebagai neuropati.

Mengalami neuropati itu artinya sudah terjadi kerusakan saraf, yang ditandai oleh berbagai gejala seperti kesemutan, rasa nyeri seperti terbakar di tangan dan kaki, baal atau kebas, dan mati rasa.

Gejala lainnya bisa berupa otot kaku, kulit hipersensitif, kulit mengilap dan rambut rontok di area tertentu, kelemahan anggota gerak, kehilangan kontrol kandung kencing, bahkan terjadi penyusutan otot.

Tanpa disadari, tingginya aktivitas dan gaya hidup masyarakat Indonesia beresiko Neuropati. Gaya hidup yang tidak seimbang antara olahraga dan bekerja, terlalu sering bermain gadget, memakai high-heels, ataupun kegiatan yang sifatnya menumpukan saraf organ tubuh sebagai tumpuan utama dan terus diulang-ulang sangatlah berpotensi Neuropati. 

Duduk terlalu lama memang bisa membuat seseorang kesemutan. Tapi jika kesemutannya begini, sebaiknya waspadai gejala neuropati atau kerusakan pada saraf tepi.

Misalnya ketika kaki sengaja ditekuk saat duduk bersila, maka neurobion dan kesemutan yang dialami normal. Pasalnya, ketika kaki dikembalikan ke posisi semula, aliran darah dilancarkan kembali, kesemutan akan hilang.

"Yang patut diwaspadai gejala neuropati kalau sering kesemutan tanpa sebab, jika dibiarkan saja dan tidak diperiksa atau diobati akan megganggu kualitas hidup seseorang. Misalnya, yang bersangkutan tidak bisa duduk lama dan kerjanya terganggu." 

Menurut Prof Hasan, itu berarti kesemutan yang dialami karena kurangnya pasokan darah akibat penyakit dan sifatnya patologis. Ia menambahkan, sering dan derajat keparahan kesemutan tiba-tiba yang dialami tergantung dari berat penyakit yang dialami.

Misalnya pada pasien diabetes, kadar gula darah yang tidak terkontrol membuat darah lebih kental hingga darah lebih sulit mengalir. Pada pasien diabetes, kesemutan atau geringgingan yang makin lama dibiarkan saja, bisa menyebabkan kelumpuhan, demikian disampaikan Prof Hasan.

"Sayang banyak yang belum sadar bahwa kesemutan jadi salah satu tanda neuropati. Kesemutan tiba-tiba yang dimulai di bagian tubuh yang ujung-ujung itu gambaran neuropati yang sistemik, bisa karena kekurangan vitamin B atau ada penyakit lain seperti diabetes. 

Jenis-Jenis Penyakit Neuropati Secara Umum


1. Neuropati perifer

Gangguan syaraf ini menyerang syaraf yang ada di otak luar dan tulang belakang. Perifer sendiri merupakan salah satu sistem syaraf, yaitu syaraf gerak. Oleh karena itu, neuropati perifer menyerang anggota gerak seperti kaki, jari kaki, tungkai, tangan, lengan dan jari tangan. Neuropati perifer ini memiliki gejala-gejala yang berdampak pada syaraf motorik dan sensorik.

Gejala neurobion dan kesemutan pada syaraf motorik antara lain kedutan dan kram otot, satu atau bahkan dari beberapa otot menjadi lemah atau lumpuh, sulit mengangkat kaki depan dan berjalan, dan penurunan massa otot. Sementara pada syaraf sensorik antara lain kesemutan dan seperti tertusuk – tusuk pada bagian tertentu, rasa perih bahkan menyengat di bagian kaki, suhu tubuh pada kaki mengalami perubahan, kehilangan keseimbangan, dan merasakan sakit oleh rangsangan yang tidak seharusnya sakit.

2. Neuropati Otonom

Gangguan syaraf atau Autonomic Neuropathy yang satu ini terjadi pada syaraf involunter. Pada sistem syaraf ini mengendalikan sirkulasi darah, detak jantung, sistem pencernaan, respon seksual, keringat, dan fungsi kandung kemih. Gejala akibat gangguan syaraf ini antara lain sering diare di malam hari, kembung, tekanan darah rendah, merasa mual, dan sering bersendawa, terjadi gangguan seksual, detak jantung terlalu cepat, kesulitan dalam menelan makanan, kesulitan untuk buang air besar, dan keluar keringat berlebih.

3. Neuropati Cranial

Gangguan syaraf ini terjadi di salah satu dari syaraf tulang belakang pada bagian bagian atas. Beberapa contoh dari neuropati kranial ini adalah neuropati optik dan neuropati auditori. Neuropati optik kerusakan syaraf kranial yang mengirimkan sinyal visual dari retina ke otak. Gangguan syaraf ini dapat mengganggu kerja mata. Sedangkan neuropati auditori adalah gangguan syaraf kranial yang mengirimkan sinyal suara dari telinga bagian dalam menuju otak. Sementara gangguan syaraf ini dapat mengganggu kerja telinga.

4. Neuropati Fokal

Gangguan syaraf satu ini mempengaruhi salah satu atau bahkan di satu kelompok syaraf , atau salah satu bagian di dalam tubuh. Gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba dan tergantung syaraf mana yang diserang atau mengalami gangguan. Neuropati fokal atau biasa juga disebut mononeuropati ini memiliki gejala antara lain kesemutan pada salah satu sisi di wajah, jari- jari tangan yang melemah, rasa sakit dan lemah pada bagian kaki, dan muncul rasa sakit dibagian mata serta kehilangan fokus.

Penyebab Munculnya Neuropati


Seseorang mengalami gangguan syaraf atau neuropati memiliki banyak faktor penyebab. Penyebabnya dapat karena cedera, infeksi, atau penyakit tertentu. Berikut ini akan dijelaskan penyebab munculnya neuropati pada seseorang.

1. Trauma atau cedera

Dalam hal ini gangguan syaraf disebabkan karena seseorang mengalami trauma atau cedera. Pada umumnya trauma atau cedera terjadi akibat kecelakaan yang dialami seseorang. Trauma atau cedera tersebut dapat menyebabkan gangguan pada salah satu atau beberapa syaraf.

2. Diabetes

Penyakit diabetes juga sering dihubungkan mengapa seseorang mengalami neuropati. Umumnya jenis neuropati yang terjadi adalah neuropati perifer. Dan kondisi ini disebut dengan neuropati diabetes. Gangguan syaraf ini dapat menjadi lebih berbahaya jika penyakit diabetes yang telah diderita tidak terkendali. Penderita akan mengalami obesitas dan hipertensi. Hal ini berarti yang dimaksud dengan penyakit neuropati diabetes merupakan gangguan syaraf yang disebabkan oleh penyakit diabetes.

3. Penyakit autoimun

Penyebab gangguan syaraf atau neuropati selanjutnya adalah akibat penyakit autoimun. Penyakit autoimun itu sendiri antara lain penyakit lupus sistemik,, rheumatoid arthritis, dan sindrom sjogren.

4. Infeksi

Infeksi yang disebabkan virus atau bakteri juga dapat menyebabkan neuropati. Contohnya adalah karena HIV, penyakit lyme, dan sifilis/raja singa.

5. Tumor

Adanya tumor pada bagian tubuh tertentu juga dapat menyebabkan neuropati. Tumor tersebut menekan syaraf disekitar area tempat tumor tersebut tumbuh. Baik tumor ganas maupun jinak, dapat menyerang sistem jaringan syaraf. Akibatnya terdapat bagian tubuh yang nyeri.

6. Obat-obatan, alkohol, dan racun

Orang yang sering mengkonsumsi obat-obatan juga dapat mengalami neuropati. Obat seperti antibiotik dan vincristine dapat mengganggu beberapa syaraf tertentu. Pengguna alkohol juga rawan terkena neuropati. Karena mereka yang sering mengkonsumsi alkohol kekurangan vitamin dan nutrisi. Racun yang ada disekitar anda juga bisa menyebabkan neuropati. Racun tersebut antara lain senyawa emas, timah, arsenik, pestisida, dan merkuri. Jika anda berada atau sering menemui racun ini di sekitar anda, maka ada kemungkinan dapat mengalami neuropati.

Penyebab Umum Lainnya Yang Juga Sangat Berpengaruh Pada Neurobion

  • Kekurangan vitamin Neurotropik (B1, B6, B12)
  • Bertambahnya usia sehingga terjadi penurunan fungsi syaraf
  • Menderita diabetes

Waspada Neuropati Bagi Kelangsungan Hidup Anda

  1. Maraknya obat palsu dan yang sudah kedaluwarsa tentu sangat meresahkan. Untuk itu baca semua informasi yang ada pada kemasan saat membeli obat, mulai dari indikasi, aturan pakai, cara penyimpanan, hingga tanggal kedaluwarsa nya.
  2.  Rutin mengonsumsi susu baik untuk kesehatan saraf. Susu dapat membantu fungsi saraf di otak agar lebih maksimal dan tidak mudah lupa.
  3.  Ada yang suka makan sambil menonton tv? Ternyata ini tidak baik untuk kesehatan. Makan di depan TV membuat kita tidak menyadari asupan kalori yang diperlukan sudah melebihi takaran normal.
  4.  Saat menggunakan AC, coba perhatikan posisinya untuk mengurangi resiko kelumpuhan pada saraf wajah Anda.
  5.  Neuropati juga bisa disebabkan oleh low back pain atau nyeri pada punggung bagian bawah. Pemicunya bisa jadi karena sering membawa beban yang berat. Sebaiknya, hindari sering membawa beban berat ya.

Waspada Gaya Hidup Berisiko Neuropati


Dokter spesialis saraf Manfaluthy Hakim yang juga merupakan konsultan neurologis FKUI/RSCM mengatakan, prevalensi kerusakan saraf tepi yang tinggi pada orang perkotaan dikarenakan faktor gaya hidup seperti; aktifitas mengetik dengan gadget, mengendarai motor dan mobil, duduk dalam waktu yang lama, mengetik di komputer bisa memicu neuropati, dan gerakan berulang lainnya.

Survei tersebut dilakukan di PT.Merck di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, dan Palembang di tahun 2014. Menurut survei tersebut, aktivitas mengetik dengan gadget dilakukan sebanyak 61,5 persen responden, mengendarai motor dan mobil 58,5 persen, duduk dalam waktu yang lama durasi 5-7 jam 53,7 persen, aktivitas dengan gerakan berulang 54,4 persen, mengetik dengan komputer 52,8 persen.

kram, kaki kesemutan dan mati rasa  
Neurobion ditandai dengan gejala umum berupa kram, kaki kesemutan dan baal (mati rasa). Penyebabnya karena trauma saraf akibat aktifitas berulang, penuaan, penyakit sistematik seperti kencing manis dan kekurangan vitamin neurotropik. Walaupun gejala terlihat sepele, namun juka tidak segera diatasi bisa berakibat fatal. Sering kesemutan, waspada Itu tanda gejala awal neuropati.

Usia Muda Bisa Kena Neuropati

Usia Muda Bisa Kena Neuropati

Meski penyakit ini berkaitan dengan usia yang menua, bukan berarti mereka yang muda tidak berisiko terkena."Kalau masih muda tetapi memiliki penyakit sistemik, misalnya diabetes, berisiko lebih besar untuk terkena neuropati. Gejala neuropati pada penyakit sistemik dimulai di kaki karena saraf kaki itu paling panjang, terbentang dari area pinggang ke telapak. Selain penyakit sistemik (diabetes, gangguan lever dan ginjal) penyebab neuropati yang lain adalah trauma (saraf terjepit), peradangan pembuluh darah atau myelin, keracunan (alkohol atau zat kimia), efek samping obat (kemoterapi), tumor, kekurangan vitamin (B1, B6, B12, D), dan penyakit keturunan (contohnya Charcot Morie Tooth).

 Periksakan Saraf


Untuk mencegah gangguan saraf ini, Prof. DR. Dr. Moh. Hasan Machfoed, Sp.S(K), menyarankan untuk melakukan skrining."Tentu saja harus berpola hidup sehat, di antaranya mengonsumsi makanan cumber vitamin B ujar ketua umum Perdossi Pusat ini. 

Skrining tersebut, salah satunya bisa dilakukan di NSP, yang tahun ini akan menjangkau lebih banyak kota di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. NSP Portable nantinya bisa diakses masyarakat secara gratis di klinik, puskesmas, praktik dokter, dan aktivitas kesehatan seperti senam diabetes.

Dalam program ini masyarakat akan mendapat edukasi tentang neuropati, pemeriksaan noninvasif yang cepat, mudah, dan aman,juga pemeriksaan menggunakan palu reflek, garputala, dan monofilamen. Pasien diminta mengisi skor Michigan yang berisi 5 pertanyaan, di antaranya.
  1. "Apakah Anda sering Merasa lelah, letih, lemah, atau lesu?"
  2.  "Apakah kaki terasa nyeri saat berjaIan?", 
  3. "Apakah otot-otot kaki sering kram?';
  4. "Apakah keluhan-keluhan di kaki terasa memberat di malam hari?", 
  5. dan "Apakah Anda merasakan seperti ada yang merambat di kaki atau telapak kaki.

Apakah Penderita Neuropati Dapat Diobati Dan Disembuhkan


Neuropati merupakan penyakit akibat gangguan/ kerusakan pada sel saraf. Kesembuhan neuropati  bergantung pada penyebabnya. Untuk neuropati pada salah satu bagian tubuh karena gerakan berulang/ trauma akan dapat disembuhkan dalam beberapa minggu/ bulan. Untuk neuropati yang disebabkan oleh diabetes (merupakan penyebab terbanyak neuropati) hal utama yang harus diperhatikan adalah kontrol gula darah, jaga asupan makanan dan bila perlu konsumsi vitamin neurotropik untuk menjaga kesehatan saraf.

Apa Itu Neurobion Diabetes 


Neurobion dan kesemutan dapat terjadi kapan saja, Pada dasarnya penyakit neurobion diabetes ini merupakan gejala yang disebabkan oleh diabetes. Dalam hal ini berarti bermula dari penyakit diabetes dan menyebabkan komplikasi penyakit neuropati. Neuropati sendiri merupakan sebuah istilah yang menunjukkan kondisi yang berhubungan dengan gangguan syaraf.

Kata neuropati artinya kerusakan syaraf. Syaraf berada dalam tubuh manusia sangatlah banyak. Syaraf tersebut juga dapat mengalami gangguan akibat penyakit tertentu ataupun cedera.

Neuropati memiliki jenis-jenis atau golongan tertentu. Karena lokasi syaraf manusia yang berbeda-beda dan yang membedakan adalah penyakit awalnya.

Klasifikasi Penyakit Neuropati Diabetes


Kerusakan saraf penderita neuropati diabetes, Klasifikasi penyakit neuropati diabetes dibedakan dalam tiga golongan. Dimana setiap golongan memiliki jenisnya sendiri-sendiri. Penyakit neuropati diabetes dibedakan berdasarkan perjalanan penyakitnya, jenis serabut syaraf yang terkena lesi, dan anatomi serabut syaraf perifer. Menurut perjalanan penyakitnya, penyakit neuropati diabetes dibedakan menjadi neuropati fungsional atau subklinis, neuropati strukturalis atau klinis, dan kematian neuron atau tingkat lanjut.

Klasifikasi penyakit neuropati diabetes menurut jenis serabut syaraf antara lain neuropati difus, polineuropati sensori-motor simetris distal, neuropati otonom, neuropati lower limb, neuropati fokal, neuropati kranial, radikulopati, dan entrapment neuropathy. Sementara menurut anatomi serabut syaraf perifer antara lain sistem motorik, sensorik, dan otonom.

Penyebab penyakit neuropati diabetes ini sekitar 20-30% disebabkan karena penyakit diabetes tipe 2. Sedangkan penderita diabetes tipe 1, umumnya terkena penyakit neuropati diabetes setelah mengidap diabetes selama 10 tahun.


Penyakit Neuropati Diabetes

Diabetes memang penyakit yang ganas dan dapat menyebabkan komplikasi. Pola hidup yang tidak sehat tentu saja menjadi faktor utamanya. Saat ini memang penyakit diabetes tidak mengenal usia. Apalagi anda yang sudah berumur 40 tahun keatas, sangat rentan terkena diabetes. Ditambah lagi jika anda adalah perokok berat.

Hal ini akan memperburuk kesehatan anda. jika anda sudah terkena diabetes, rutinlah memeriksakan diri ke dokter. Perikasa secara rutin gula darah anda dan lakukan pula tes konduksi syaraf dan elektromiografi.

Pencegahan terhadap penyakit neuropati diabetes ini juga lebih baik. Antara lain dengan mengendalikan gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan perbanyak gizi. Pada intinya, pola hidup sehat sangatlah penting. Makan-makanan yang bergizi, menghindari rokok, dan rajin berolahraga memang saran kesehatan klasik.

Namun dengan inilah anda dapat terhindar dari penyakit yang berbahaya dan mematikan. Seperti penyakit neuropati atau penyakit neuropati diabetes.

Obat Herbal Untuk Mengobati Penyakit Neuropati Diabetes


Mungkin anda juga dapat mencoba menggunakan obat herbal atau alami. Obat kimia biasanya hanya menghilangkan rasa sakit bukan menyembuhkan sumber penyakit tersebut yaitu saraf yang mengalami penyempitan / penyumbatan, sedangkan produk herbal dan alami yaitu dengan merk dagang Gravistro, tidak bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit namun justru menyembuhkannya. Cobalah untuk menggunakan produk tersebut dalam waktu 5 – 7 hari saja maka akan terasa manfaatnya.

Obat Herbal Untuk Mengobati Penyakit Neuropati Diabetes - Gravistro

Obat herbal memang bebas dari efek samping karena lebih aman dan tidak tercampur bahan kimia. Oleh karena itu, anda dapat memilih obat herbal tersebut untuk mengatasi penyakit neuropati diabetes.

Penderita penyakit neuropati diabetes memang disarankan untuk selalu menjaga tekanan gula darah. Mengontrol gula darah dapat menjauhkan dari keruakan yang lebih buruk. Tetaplah berolahraga, mengurangi makanan yang manis dan mengandung banyak gula, dan berhentilah merokok. Rokok memang memberikan pengaruh buruk pada kesehatan. Segala macam penyakit dapat muncul akibat perilaku merokok yang berlebih.

Jika anda sudah mengetahui dan memahaminya, maka anda perlu untuk selalu rutin memeriksakan diri ke dokter dan mengontrol gula darah anda. kesehatan memang segalanya dan sangat mahal. Untuk itu melakukan pencegahan adalah yang paling utama. Kunci utama menjadi sehat adalah disiplinkan diri anda dengan pola hidup sehat. Disiplin berarti anda harus konsekuen dalam menjalankan pola hidup sehat.

Jika waktunya berolahraga, maka berolahragalah meskipun hanya gerakan ringan. Mengatur pola makan juga penting untuk penderita diabetes. Jauhi makanan yang mengandung gula tinggi dan lemak. 

Demikian beberapa penjelasan dari saya mengenai waspada neuropati mengintai gaya hidup kamu. Semoga bermanfaat.

    Sumber Referensi :
    1. http://sarafsehat.com/
    2. http://sarafsehat.com/lawanneuropati/
    3. https://www.facebook.com/notes/neurobion/lawanneuropati-blogging-competition/10155711486665031
    4. http://www.obatjantungstroke.com/neuropati-diabetes/
    5. http://www.oemge.com/2016/01/sering-kesemutan-waspada-itu-tanda.html 
    6. http://jakartakita.com/2014/06/29/gaya-hidup-orang-kota-picu-gangguan-saraf/

    Related Posts

    Anda Sering Kesemutan, Waspada Neuropati Mengintai Gaya Hidup Kamu
    4/ 5
    Oleh

    11 komentar

    Tuesday, 17 January 2017 at 23:55:00 GMT-8 delete

    aduhh menghatuin banget tuh penyakit T_T
    makasih gan info nya

    Reply
    avatar
    Thursday, 19 January 2017 at 00:10:00 GMT-8 delete

    ternyata serem juga ya walaupun usia muda tetap bisa terkena penyakit kaya gini, harus lebih hati hati nih

    Reply
    avatar
    Thursday, 19 January 2017 at 00:24:00 GMT-8 delete

    wih nambah pengetahuan tentang penyakit, makasih mas infonya

    Reply
    avatar
    Thursday, 19 January 2017 at 01:45:00 GMT-8 delete

    aduuh temen saya kasian tuh kayak gitu, makasih sob !

    Reply
    avatar
    Friday, 20 January 2017 at 06:36:00 GMT-8 delete

    Wah makasih gan kita perlu waspada terhadap neuropati ini

    Reply
    avatar
    Friday, 20 January 2017 at 06:42:00 GMT-8 delete

    Prof. DR. Dr. Moh. Hasan Machfoed, Sp.S(K), menyarankan untuk melakukan skrining."Tentu saja harus berpola hidup sehat, di antaranya mengonsumsi makanan cumber vitamin B ujar ketua umum Perdossi Pusat ini

    Reply
    avatar
    Friday, 20 January 2017 at 06:44:00 GMT-8 delete

    walah usia muda juga bisa kena .. hrus waspada ni

    Reply
    avatar
    Thursday, 26 January 2017 at 02:59:00 GMT-8 delete

    Weh, usia muda kena juga ya. Nice post gan, sangat membantu

    Reply
    avatar
    Thursday, 9 February 2017 at 19:09:00 GMT-8 delete

    Perlu ada tindakah pencegahan segera ne, ngeri juga kalau sampai terkena Neuropati.

    Reply
    avatar
    Saturday, 18 February 2017 at 01:13:00 GMT-8 delete

    penyakit saraf memang sngat menyeramkan, slit mencari penyembuahanya selain terapi

    Reply
    avatar

    Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!