Mengidentifikasi Jenis Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
Thursday, 20 February 2020
Edit
Karya seni terapan merupakan salah satu jenis seni rupa jika dilihat dari tujuan pembuatannya. Karya seni terapan daerah diciptakan untuk melestarikan tradisi masyarakat daerah tertentu. Jadi, karya-karyanya mempunyai ciri khas suatu daerah yang terikat nilai filosofi.
Selanjutnya karya-karya tersebut dapat digunakan untuk menunjang pariwisata daerah.
MENGIDENTIFIKASI JENIS KARYA SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA
Berdasarkan kegunaannya seni dapat dibedakan menjadi dua, yaitu seni murni dan seni terapan. Berikut ini penjelasannya.
1). Seni Murni (Fine Art)
Murni (pure art/fine art) adalah karya seni yang diciptakan semata-mata untuk dinikmati keindahan atau keunikannya saja, tanpa atau hampir tidak memiliki fungsi praktis. Berikut ini adalah contoh-contoh karya seni mumi. Lukisan alam desa, karya Raden Saleh
2). Seni Terapan (Applied Art/Useful Art)
Seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang dirancang untuk tujuan fungsional, yaitu untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologi (kejiwaan) manusia. Seni rupa terapan memiliki fungsi guna atau pakai. Artinya selain sebagai benda yang bemilai seni juga sebagai benda yang indah dan dapat digunakan untuk kepentingan manusia. Contoh benda seni terapan antara lain, anyaman, kerajinan keramik, peralatan rumah tangga kerajinan funiture, dan lain-lain.
Karya seni rupa terapan daerah yaitu karya seni rupa yang nemilit fungi pakaiuna, dibuat dengan teknik dan media yang ada di daerah setempat, sebagai kekayaan budaya nusantara.
Berdasarkan jenisnya karya seni rupa terapan dua dimensi nusantara dibedakan menjadi dua, sebagai berikut.
1). Jenis Karya Seni Rupa Terapan Dua Dimensi Nusantara Masa Lampau
Karya seni rupa dua dimensi Indonesia dengan deskripsi (uraian) berdasarkan proses berkarya menurut jenis, bentuk, teknik, media, fungsi, dan makna berkarya pada masa lampau, antara lain sebagai berikut.
A). Seni Hias
Seni hias pada masa lampau, antara lain terlihat pada bentuk wayang, ragam hias, dan juga kain sarung.
1) Wayang
Bentuk wayang terbuat dari kulit binatang yang telah diolah dengan corak dekoratif. Bahan wayang ialah zink white (dalam bentuk bermacam-macam warna) dan prada (warna emas). Teknik menghias warna dilakukan dengan cara digambar dan diukir dengan pahat ukir (kecil-kecil). Fungsi wayang untuk hiburan Makna karya wayang sebagai perwujudan kehidupan manusia dengan perwatakannya.
2). Ragam hias
Bahan untuk ragam hias dapat dibuat dari bambu dan kayu. Teknik pembuatannya diukir atau digambar dengan beraneka macam warna. Bentuk karya dengan motit yang ditiru adalah bentuk muka binatang dan bentuk tumbuh-tumbuhan yang distilir (digayakan) atau bentuk dekoratif. Fungsi ragam hias sebagai penghias atau dekorasi rumah. Makna karyanya merupakan perwujudan alam kehidupan makhluk hidup.
3). Kain sarung
Bentuk seni hias masa lampau yang ada pada kain sarung memiliki berbagai macam motif. Motif hias pada kain sarung bjasanya menggambarkan Dinatang dan bentuk tumbuhan yang distilir (aigayakan). leknik pembuatan kain sarung masa lampau belum seperti sekarang yang menggunakan mesin. Pembuatan kain sarung masa lampau masih dengan cara sedernana, yaitu dengan tenun. Bahan tenunan aiouat dari benang sutra atau kapuk kapas.
Kain sarung diberi warna dengan bahan pewarna naptul (wenter) dan warna prining. vwarna printing adalah warna yang berasal dan ramuan alam, yaitu warna tanah dan tumbun-tumbuhan. Fungsinya untuK memenuni kebutuhan hidup sesuai dengan penggunaan untuk kebesaran, pesta, atau busana harian. Makna hias ini adalah penggambaran Kkarakter (Sitat) alam binatang dan tumbuhan.
B). Gambar di gua dan gambar klasik
Gambar-gambar pada masa lampau tidak dimaksudkan sebagai seni rupa murni untuk ekspresi pribadi, tetapi cenderung ada fungsi ritual. Berntuk gambar-gambar masa lampau banyak dibuat di dinding-dinding gua. Dan lukIsannya diharapkan ada tuahnya. Hal ini dilakukan karena manusia pada saat itu banyak tinggal di gua-gua. Diperkirakan teknik berkarya dengan cap tangan yang dilakukan dengan tera/ Getak bahkan dilukis secara langsung pada gua.
Cara membuat gambar pada dinding gua itu mudah dan tidak tahan lama. Untuk pewarnaan, digunakan bahan warna alami dari tanah, lemak binatang, atau tumbuh- tumbuhan.
Kita jarang menjumpai peninggalan gambar-gambar zaman sejarah. Namun, kitab-kitab Jawa Kuno banyak menyebut hasil karya seni zaman sejarah itu. Gambar ltersebut banyak yang musnah dan tidak bisa kita saksikan peninggalannya Karena bahannya yang tidak tahan lama. Cin khas bentuk seni gambar Hindu mirip dengan seni wayang beber dan seni lukis Bali.
Selain gambar-gambar di dinding gua, ada pula gambar pada zaman lampau yang menggunakan sapuan kuas seperti pada gambar klasik Bali Kuno. Bahan pewarna yang aigunakan adalah zik white (berbagai warma), prada (wama emas), dan minyak perekat (ganda rukem). Fungsi karya ini sebagai curahan jiwa dalam hal kepercayaan (riual). Maknanya merupakai adat dan tradisi zaman klasik.
2). Jenis Karya Seni Rupa Terapan Dua Dimensi Nusantara Masa Baru
Seni rupa Indonesia masa baru dimulai dengan datangnya bangsa Barat (Eropa) ke Indonesia. Seni rupa Indonesia zarnan itu dipengaruhi oleh seni rupa bangsa-bangsa Eropa terutama bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Pengetahuan dan kemajuan peradaban Dangsa pendatang inijuga memengaruhi kesenian Indonesia dari masa rintisan sampai masa kemerdekaan.
Berbagal karya seni rupa pada masa ini, antara lain seni reklame, seni grafika, dan gambar. Adapun jenis seni rupa terapan dua dimensi masa baru, sebagai berikut.
A). Gambar-gambar
Pada masa baru, gambar banyak dijumpai sebagai seni rupa terapan yang dimantaatkan orang untuk kepeluan tertentu. JeniS-jenis gambar, antara lain gambar sketsa. gambar ilustrasi, gambar proyeksi, dan gambar perspektif.
1) Gambar sketsa
Gambar sketsa (sketch) adalah gambar awal atau gambar rencana dengan garis besar atau global. tidak lengkap. Gambar sketsa digunakan sebagai penjelasan singkat, sederhana bentuk awal, dan rencana suatu karya. Pada perkembangannya, gambar sketsa ada yang menjadi seni rupa murni. Bentuk sketsa pada gambar di samping menjelaskan rencana penataan sebuah ruang tempat tidu Bahan untuk membuat sketsa adalah kertas dan basah (tinta bak). Teknik dalam menggambar dengan garis. Fungsi gambar sketsa ini untuk penjelasan, makna dalam fuangan (interior).
2). Gambar Ilustrasi
Garnbar ilustrasi adalah gambar yang dimanfaatkan untuk memberikan penjelasan atau pengertian, Namun, ada pula seni ilustrasi yang hanya sebagai lambang tertentu.
3). Gambar proyeksi
Gambar proyeksi adalah gambar yang digunakan untuk menunjukkan benda-benda 3 dimensi yang setiap sisi benda ditampakkan dalam bidang gambar. Dengan demikian, sekali pandang sudah tampak pada gambar beberapa sisi dari benda yang dimaksudkan. Gambar proyeksi dimantaatkan untuk gambar rencana bangunan, mesin, barang-barangg pakaian, atau industri.
4) Gambar perspektit
Gambar perspektif adalah gambar untuk menampakkan kesan benda-benda memiliki besar berisi/bervolume bidang gambar yang berwujud bidang datar. Gambar perspektif Juga dapat menampakkan kesan jauh dekat, dalam dangkal atau kesan meruang (kedalaman).
Gambar di samping adalah bentuk gambar perspektif sebuah rumah keluarga kecil. Bahan yang digunakan untuk menggambar adalah Kertas gambar dan tinta. Teknik menggambar dengan mistar Fungsi gambar untuk menjelaskan bentuk rumah sebelum dibangun oleh pemborong bangunan. Makna gambar menunjukkan keindahan sebuah rumah sederhana untuk keluarga kecil yang nyaman untuk tempat tinggal.
B). Seni reklame
Pada seni rupa masa baru, reklame banyak berperan dan dominan (menonjol) dalam kehidupan manusia. Dunia reklame (periklanan) merupakan bagian yang kuat dari usaha pemasaran sebuah produksi perusahaan. Berikut adalah macam-macam reklame.
C). Seni grafika
Seni grafika lalah seni cetak-mencetak dengan media klise (alat pencetak) berupa bidang dua dimensi atau sering disebut sistem cap (semacarn stempel). Teknik grafika (cetakan) mempunyai ciri keuni kan artistlk pada hasil pembekasan cetakan yang berbeda dengan goresan tangan langsung dan dapat diproduksi dalam jumlah banyak. Seni grafika meliputi berikut ini.
1). Seni grafika cetak mekanis
2). Seni grafika kimiawi
Seni graflka kimiawi (chemis) adalah seni mencetak dengan klise film dan penyinaran dalam afdruk (pencetakannya), contohnya fotografi dan lightdruck.
3). Seni grafika secara listrik
Seni grafika secara listrik (elektrostatik) adalah teknik percetakan dengan mesin dan menggunakan cahaya atau tenaga listrik, contohnya fotokopi dan cetak sinar laser nu karya pada gambar di atas merupakan penggambaran seni grafika cetak tinggi engan objek alam manusia dan binatang Jawa Tengah (kerbau dan gembalanya) dengan Corak naturalistis.
Bahan cetak yang digunakan adalah kertas, klise darn cean tinta cetak sebagai pewama. Teknik pembuatan klise ialah dengan cukilan 9unakan alat pisau cukil (chisse). Fungsi karyanya adalah ekspresi pribadi. Makna yamenyampaikan kegiatan anak gembala dengan latar belakang berbeda
MENGIDENTIFIKASI JENIS KARYA SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA
Berdasarkan kegunaannya seni dapat dibedakan menjadi dua, yaitu seni murni dan seni terapan. Berikut ini penjelasannya.
1). Seni Murni (Fine Art)
Murni (pure art/fine art) adalah karya seni yang diciptakan semata-mata untuk dinikmati keindahan atau keunikannya saja, tanpa atau hampir tidak memiliki fungsi praktis. Berikut ini adalah contoh-contoh karya seni mumi. Lukisan alam desa, karya Raden Saleh
2). Seni Terapan (Applied Art/Useful Art)
Seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang dirancang untuk tujuan fungsional, yaitu untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologi (kejiwaan) manusia. Seni rupa terapan memiliki fungsi guna atau pakai. Artinya selain sebagai benda yang bemilai seni juga sebagai benda yang indah dan dapat digunakan untuk kepentingan manusia. Contoh benda seni terapan antara lain, anyaman, kerajinan keramik, peralatan rumah tangga kerajinan funiture, dan lain-lain.
Karya seni rupa terapan daerah yaitu karya seni rupa yang nemilit fungi pakaiuna, dibuat dengan teknik dan media yang ada di daerah setempat, sebagai kekayaan budaya nusantara.
Berdasarkan jenisnya karya seni rupa terapan dua dimensi nusantara dibedakan menjadi dua, sebagai berikut.
1). Jenis Karya Seni Rupa Terapan Dua Dimensi Nusantara Masa Lampau
Karya seni rupa dua dimensi Indonesia dengan deskripsi (uraian) berdasarkan proses berkarya menurut jenis, bentuk, teknik, media, fungsi, dan makna berkarya pada masa lampau, antara lain sebagai berikut.
A). Seni Hias
Seni hias pada masa lampau, antara lain terlihat pada bentuk wayang, ragam hias, dan juga kain sarung.
1) Wayang
Bentuk wayang terbuat dari kulit binatang yang telah diolah dengan corak dekoratif. Bahan wayang ialah zink white (dalam bentuk bermacam-macam warna) dan prada (warna emas). Teknik menghias warna dilakukan dengan cara digambar dan diukir dengan pahat ukir (kecil-kecil). Fungsi wayang untuk hiburan Makna karya wayang sebagai perwujudan kehidupan manusia dengan perwatakannya.
2). Ragam hias
Bahan untuk ragam hias dapat dibuat dari bambu dan kayu. Teknik pembuatannya diukir atau digambar dengan beraneka macam warna. Bentuk karya dengan motit yang ditiru adalah bentuk muka binatang dan bentuk tumbuh-tumbuhan yang distilir (digayakan) atau bentuk dekoratif. Fungsi ragam hias sebagai penghias atau dekorasi rumah. Makna karyanya merupakan perwujudan alam kehidupan makhluk hidup.
3). Kain sarung
Bentuk seni hias masa lampau yang ada pada kain sarung memiliki berbagai macam motif. Motif hias pada kain sarung bjasanya menggambarkan Dinatang dan bentuk tumbuhan yang distilir (aigayakan). leknik pembuatan kain sarung masa lampau belum seperti sekarang yang menggunakan mesin. Pembuatan kain sarung masa lampau masih dengan cara sedernana, yaitu dengan tenun. Bahan tenunan aiouat dari benang sutra atau kapuk kapas.
Kain sarung diberi warna dengan bahan pewarna naptul (wenter) dan warna prining. vwarna printing adalah warna yang berasal dan ramuan alam, yaitu warna tanah dan tumbun-tumbuhan. Fungsinya untuK memenuni kebutuhan hidup sesuai dengan penggunaan untuk kebesaran, pesta, atau busana harian. Makna hias ini adalah penggambaran Kkarakter (Sitat) alam binatang dan tumbuhan.
B). Gambar di gua dan gambar klasik
Gambar-gambar pada masa lampau tidak dimaksudkan sebagai seni rupa murni untuk ekspresi pribadi, tetapi cenderung ada fungsi ritual. Berntuk gambar-gambar masa lampau banyak dibuat di dinding-dinding gua. Dan lukIsannya diharapkan ada tuahnya. Hal ini dilakukan karena manusia pada saat itu banyak tinggal di gua-gua. Diperkirakan teknik berkarya dengan cap tangan yang dilakukan dengan tera/ Getak bahkan dilukis secara langsung pada gua.
Cara membuat gambar pada dinding gua itu mudah dan tidak tahan lama. Untuk pewarnaan, digunakan bahan warna alami dari tanah, lemak binatang, atau tumbuh- tumbuhan.
Kita jarang menjumpai peninggalan gambar-gambar zaman sejarah. Namun, kitab-kitab Jawa Kuno banyak menyebut hasil karya seni zaman sejarah itu. Gambar ltersebut banyak yang musnah dan tidak bisa kita saksikan peninggalannya Karena bahannya yang tidak tahan lama. Cin khas bentuk seni gambar Hindu mirip dengan seni wayang beber dan seni lukis Bali.
Selain gambar-gambar di dinding gua, ada pula gambar pada zaman lampau yang menggunakan sapuan kuas seperti pada gambar klasik Bali Kuno. Bahan pewarna yang aigunakan adalah zik white (berbagai warma), prada (wama emas), dan minyak perekat (ganda rukem). Fungsi karya ini sebagai curahan jiwa dalam hal kepercayaan (riual). Maknanya merupakai adat dan tradisi zaman klasik.
2). Jenis Karya Seni Rupa Terapan Dua Dimensi Nusantara Masa Baru
Seni rupa Indonesia masa baru dimulai dengan datangnya bangsa Barat (Eropa) ke Indonesia. Seni rupa Indonesia zarnan itu dipengaruhi oleh seni rupa bangsa-bangsa Eropa terutama bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Pengetahuan dan kemajuan peradaban Dangsa pendatang inijuga memengaruhi kesenian Indonesia dari masa rintisan sampai masa kemerdekaan.
Berbagal karya seni rupa pada masa ini, antara lain seni reklame, seni grafika, dan gambar. Adapun jenis seni rupa terapan dua dimensi masa baru, sebagai berikut.
A). Gambar-gambar
Pada masa baru, gambar banyak dijumpai sebagai seni rupa terapan yang dimantaatkan orang untuk kepeluan tertentu. JeniS-jenis gambar, antara lain gambar sketsa. gambar ilustrasi, gambar proyeksi, dan gambar perspektif.
1) Gambar sketsa
Gambar sketsa (sketch) adalah gambar awal atau gambar rencana dengan garis besar atau global. tidak lengkap. Gambar sketsa digunakan sebagai penjelasan singkat, sederhana bentuk awal, dan rencana suatu karya. Pada perkembangannya, gambar sketsa ada yang menjadi seni rupa murni. Bentuk sketsa pada gambar di samping menjelaskan rencana penataan sebuah ruang tempat tidu Bahan untuk membuat sketsa adalah kertas dan basah (tinta bak). Teknik dalam menggambar dengan garis. Fungsi gambar sketsa ini untuk penjelasan, makna dalam fuangan (interior).
2). Gambar Ilustrasi
Garnbar ilustrasi adalah gambar yang dimanfaatkan untuk memberikan penjelasan atau pengertian, Namun, ada pula seni ilustrasi yang hanya sebagai lambang tertentu.
3). Gambar proyeksi
Gambar proyeksi adalah gambar yang digunakan untuk menunjukkan benda-benda 3 dimensi yang setiap sisi benda ditampakkan dalam bidang gambar. Dengan demikian, sekali pandang sudah tampak pada gambar beberapa sisi dari benda yang dimaksudkan. Gambar proyeksi dimantaatkan untuk gambar rencana bangunan, mesin, barang-barangg pakaian, atau industri.
4) Gambar perspektit
Gambar perspektif adalah gambar untuk menampakkan kesan benda-benda memiliki besar berisi/bervolume bidang gambar yang berwujud bidang datar. Gambar perspektif Juga dapat menampakkan kesan jauh dekat, dalam dangkal atau kesan meruang (kedalaman).
Gambar di samping adalah bentuk gambar perspektif sebuah rumah keluarga kecil. Bahan yang digunakan untuk menggambar adalah Kertas gambar dan tinta. Teknik menggambar dengan mistar Fungsi gambar untuk menjelaskan bentuk rumah sebelum dibangun oleh pemborong bangunan. Makna gambar menunjukkan keindahan sebuah rumah sederhana untuk keluarga kecil yang nyaman untuk tempat tinggal.
B). Seni reklame
Pada seni rupa masa baru, reklame banyak berperan dan dominan (menonjol) dalam kehidupan manusia. Dunia reklame (periklanan) merupakan bagian yang kuat dari usaha pemasaran sebuah produksi perusahaan. Berikut adalah macam-macam reklame.
- Iklan, yaitu reklame yang dipasang di surat kabar atau majalah.
- Slide, yaitu reklame dalam pemutaran film dengan proyektor sebelum film utama diputar.
- Spanduk, yaitu bentuk reklame yang dibuat pada selembar kain panjang dan dipasang diatas jalan atau tempat-tempat strategis.
- Poster, yaitu gambar dan tulisan yang berisi pengumuman atau pemberitahuan, anjuran, ajakan, dan peringatan.
- Baliho, yaitu poster besar yang dipasang di tepi jalan, gedung bioskop. atau sekitar tempat umum yang bersifat sementara.
- Etiket, yaitu gambar dan tulisan yang terdapat pada kemasan barang-barang dagangan.
- Name board atau papan nama, yaitu reklame yang dibuat di atas papan kayu, logam, dan seng yang dipasang di depan perusahaan atau rumah.
C). Seni grafika
Seni grafika lalah seni cetak-mencetak dengan media klise (alat pencetak) berupa bidang dua dimensi atau sering disebut sistem cap (semacarn stempel). Teknik grafika (cetakan) mempunyai ciri keuni kan artistlk pada hasil pembekasan cetakan yang berbeda dengan goresan tangan langsung dan dapat diproduksi dalam jumlah banyak. Seni grafika meliputi berikut ini.
1). Seni grafika cetak mekanis
- Cetak tinggi, contohnya stempel dan cukil kayu (wood cut).
- Cetak datar, contohnya percetakan, offset, dan monoprint.
- Cetak dalam, contohnya intaglio sprint dan etsa.
- Cetak tembus/saring, contohnya stensil, sablon, dan printing kain.
2). Seni grafika kimiawi
Seni graflka kimiawi (chemis) adalah seni mencetak dengan klise film dan penyinaran dalam afdruk (pencetakannya), contohnya fotografi dan lightdruck.
3). Seni grafika secara listrik
Seni grafika secara listrik (elektrostatik) adalah teknik percetakan dengan mesin dan menggunakan cahaya atau tenaga listrik, contohnya fotokopi dan cetak sinar laser nu karya pada gambar di atas merupakan penggambaran seni grafika cetak tinggi engan objek alam manusia dan binatang Jawa Tengah (kerbau dan gembalanya) dengan Corak naturalistis.
Bahan cetak yang digunakan adalah kertas, klise darn cean tinta cetak sebagai pewama. Teknik pembuatan klise ialah dengan cukilan 9unakan alat pisau cukil (chisse). Fungsi karyanya adalah ekspresi pribadi. Makna yamenyampaikan kegiatan anak gembala dengan latar belakang berbeda






