Cara Membuat Karya Seni Kriya Tekstil Dengan Teknik
Sunday, 23 February 2020
Edit
Membuat karya seni kriya tekstil dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu
dengan menindaklanjuti rancangan gambar yang telah dibuat. Permasalahannya adalah
bagaimana cara menerapkan rancangan gambar tersebut dalam kain.
A). Teknik tulis (teknik batik)
Dalam membuat karya tekstil teknik batik, bahan yang harus disiapkan adalah malam (lilin). canting, spanram, tungku, wajan kecil, dan kain Malam atau lilin yang dipanaskan dalam wajan berfungsi untuk membentuk pola dan untuk menutup warna. Canting adalah tempat dan kuningan atau logam yang berfungsi untuk tempat malam yang sudah cair dan sebagai alat untuk membuat pola gambar.
Spanram dan sketsel berfungsi untuk membentang kain yang akan digambari dengan pola yang sudah disiapkan. Tungku berfungsi untuk alat pemanas dengan bahan bakar arang. Wajan berfungsi untuk tempat memanaskan malam atau lilin. Serta kain berfungsi sebagai media gambar tekstil. Gambar yang sudah dibuat dalam kain kemudian digambar menggunakan malam dengan alat canting.
Setelah proses menggambar selesai, kain tersebut dimasukkan ke dalam larutan warna. Tunggu sampai kain kering, kemudian kain digodok agar malam yang menempel pada kain hilang. Setelah itu, kain dikeringkan kemudian disetrika sampai halus. Dengan demikian proses membuat karya seni kriya tekstil telah selesai.
Peralatan yang digunakan untuk membatik
1) Canting
Canting ,merupakan alat yang digunakan menulis dengan menggunakan lilin untuk membuat motif-motif hias yang diinginkan. Canting terbuat dari tembaga, sifatnya ringan, mudah lentur, dan kuat meski tipis. Bagian-bagian dari canting, yaitu gagang terong, nyamplung, dan carat atau cucuk.
Menurut fungsinya, canting terdiri atas canting reng-rengan (untuk batikan pertama kali sesuai dengan polanya) dan canting isen (untuk mengisi bidang batik). Menurut ukurannya, canting terdiri atas canting kecil, canting sedang, dan canting besar. Menurut jumlahnya, carat canting terdiri atas canting bercucuk satu (canting cecekan), canting bercucuk dua (canting laron), dan canting bercucuk tiga (canting telon).
2) Wajan dan kompor
Wajan dan kompor berfungsi untuk proses mencairkan lilin. Selain kompor, biasanya juga menggunakan pemanas lain berupa anglo.
3) Gawangan atau tiang penyangga
Gawangan atau tiang penyangga, untuk membentangkan kain, terbuat dari bambu atau kayu.
4) Panci besar dan setrika,
Panci besar dan setrika, yaitu berguna untuk proses pelarutan lilin dan menghilangkan lilin yang melekat pada kain.
5). Saringan
Saringan adalah alat yang digunakan untuk menyaring malam yang telah dicarikan melalui proses pemanasan.
Perlengkapan - perlengkapan lain yang mendukung proses kerja adalah tempat duduk pendek, kain pelindung paha, bandul untuk penahan kain agar tidak bergeser, dan sarung tangan untuk melindungi tangan pada saat proses pewarnaan.
Nama Nama pola batik Indonesia :
B). Teknik Cap Atau Cetak
Membuat karya seni kriya tekstil dengan teknik cap atau cetak harus membuat terlebih dahulu cetakannya, setelah cetakan jadi, kain dibentang di atas meja atau alas kemudian pola cetakan dicelupkan dalam malam dan kain yang tersedia digambar dengan pola cap tersebut. Setelah seluruh permukaan selesai baru kain itu dicelupkan ke dalam larutan warna yang sudah disiapkan sesuai dengan warna yang diinginkan.
C). Teknik ikat
Membuat karya seni kriya tekstil dengan ikat adalah teknik yang paling sederhana. Karena kain yang akan digambari cukup diikat dengan tali atau benang.
Cara agar mudah diikat maka kain tersebut diberi kelereng, kelereng itu satu persatu dibungkus kain kemudian diikat dengan tali. Yang harus diperhatikan adalah ikatan ersebut harus kencang supaya ada bagian yang tidak dapat dimasuki larutan warna.
Setelah selesai proses ikatannya, maka kain tersebut dimasukkan ke dalam larutan warna, kemudian diangkat dan dilepas ikatannya. Setelah selesai, ikatan dilepas, kain dikeringkan, dan disetrika supaya halus.
D). Teknik tutup celup
Teknik tutup celup adalahs alah satu teknik membatik dimana bagian yang tidak diberi lilin akan terkena warna, dengan kata lain bagian yang ditutup lilin tidak terkena warna. Apabila bagian yang tidak terkena warna tersebut akan ditambahkan atau diberi warna lain, maka lilin tersebut harus dicairkan dulu dengan dicelupkan dalam air mendidih baru dapat diberi warna. oleh karena itu, diberi nama dengan istilah teknik tutup celup.
Cara untuk membuat karya tekstil
A). Teknik tulis (teknik batik)
Dalam membuat karya tekstil teknik batik, bahan yang harus disiapkan adalah malam (lilin). canting, spanram, tungku, wajan kecil, dan kain Malam atau lilin yang dipanaskan dalam wajan berfungsi untuk membentuk pola dan untuk menutup warna. Canting adalah tempat dan kuningan atau logam yang berfungsi untuk tempat malam yang sudah cair dan sebagai alat untuk membuat pola gambar.
Spanram dan sketsel berfungsi untuk membentang kain yang akan digambari dengan pola yang sudah disiapkan. Tungku berfungsi untuk alat pemanas dengan bahan bakar arang. Wajan berfungsi untuk tempat memanaskan malam atau lilin. Serta kain berfungsi sebagai media gambar tekstil. Gambar yang sudah dibuat dalam kain kemudian digambar menggunakan malam dengan alat canting.
Setelah proses menggambar selesai, kain tersebut dimasukkan ke dalam larutan warna. Tunggu sampai kain kering, kemudian kain digodok agar malam yang menempel pada kain hilang. Setelah itu, kain dikeringkan kemudian disetrika sampai halus. Dengan demikian proses membuat karya seni kriya tekstil telah selesai.
Peralatan yang digunakan untuk membatik
1) Canting
Canting ,merupakan alat yang digunakan menulis dengan menggunakan lilin untuk membuat motif-motif hias yang diinginkan. Canting terbuat dari tembaga, sifatnya ringan, mudah lentur, dan kuat meski tipis. Bagian-bagian dari canting, yaitu gagang terong, nyamplung, dan carat atau cucuk.
Menurut fungsinya, canting terdiri atas canting reng-rengan (untuk batikan pertama kali sesuai dengan polanya) dan canting isen (untuk mengisi bidang batik). Menurut ukurannya, canting terdiri atas canting kecil, canting sedang, dan canting besar. Menurut jumlahnya, carat canting terdiri atas canting bercucuk satu (canting cecekan), canting bercucuk dua (canting laron), dan canting bercucuk tiga (canting telon).
2) Wajan dan kompor
Wajan dan kompor berfungsi untuk proses mencairkan lilin. Selain kompor, biasanya juga menggunakan pemanas lain berupa anglo.
3) Gawangan atau tiang penyangga
Gawangan atau tiang penyangga, untuk membentangkan kain, terbuat dari bambu atau kayu.
4) Panci besar dan setrika,
Panci besar dan setrika, yaitu berguna untuk proses pelarutan lilin dan menghilangkan lilin yang melekat pada kain.
5). Saringan
Saringan adalah alat yang digunakan untuk menyaring malam yang telah dicarikan melalui proses pemanasan.
Perlengkapan - perlengkapan lain yang mendukung proses kerja adalah tempat duduk pendek, kain pelindung paha, bandul untuk penahan kain agar tidak bergeser, dan sarung tangan untuk melindungi tangan pada saat proses pewarnaan.
Nama Nama pola batik Indonesia :
B). Teknik Cap Atau Cetak
Membuat karya seni kriya tekstil dengan teknik cap atau cetak harus membuat terlebih dahulu cetakannya, setelah cetakan jadi, kain dibentang di atas meja atau alas kemudian pola cetakan dicelupkan dalam malam dan kain yang tersedia digambar dengan pola cap tersebut. Setelah seluruh permukaan selesai baru kain itu dicelupkan ke dalam larutan warna yang sudah disiapkan sesuai dengan warna yang diinginkan.
C). Teknik ikat
Membuat karya seni kriya tekstil dengan ikat adalah teknik yang paling sederhana. Karena kain yang akan digambari cukup diikat dengan tali atau benang.
Cara agar mudah diikat maka kain tersebut diberi kelereng, kelereng itu satu persatu dibungkus kain kemudian diikat dengan tali. Yang harus diperhatikan adalah ikatan ersebut harus kencang supaya ada bagian yang tidak dapat dimasuki larutan warna.
Setelah selesai proses ikatannya, maka kain tersebut dimasukkan ke dalam larutan warna, kemudian diangkat dan dilepas ikatannya. Setelah selesai, ikatan dilepas, kain dikeringkan, dan disetrika supaya halus.
D). Teknik tutup celup
Teknik tutup celup adalahs alah satu teknik membatik dimana bagian yang tidak diberi lilin akan terkena warna, dengan kata lain bagian yang ditutup lilin tidak terkena warna. Apabila bagian yang tidak terkena warna tersebut akan ditambahkan atau diberi warna lain, maka lilin tersebut harus dicairkan dulu dengan dicelupkan dalam air mendidih baru dapat diberi warna. oleh karena itu, diberi nama dengan istilah teknik tutup celup.




