Langkah Praktis Dalam Merancang Karya Seni Kriya Tekstil
Saturday, 22 February 2020
Edit
Berkarya seni tidak akan pernah meninggalkan kegiatan yang disebut mendesain atau
merancang karena merancana/mendesain adalah kegiatan awal yang harus dikerjakan sebelum membuat karya seni rupa. Baik dan buruknya karya yang akan dibuat sangat tergantung dari desain yang dibuat. Desain yang bagus akan menghasilkan karya yang bagus. Bagus atau tidaknya karya akan sangat dipengaruhi oleh beberapa hal sebagai berikut.
Dalam kegiatan mendesain ini tidak dapat terlepas dari pedoman pembuatan karya seni yaitu
memadukan kaidah-kaidah atau prinsip seni dan unsur-unsur seninya. Secara garis besar kaidah atau prinsip seni itu adalah sebagai berikut.
a). Prinsip kesatuan (unity)
Prinsip kesatuan adalah adanya kombinasi dan penyatuan dari unsur-unsur yang membentuk
karya seni itu (garis, bidang, warna, gelap terang, dan tekstur). Kesatuan merupakan hubungan bagian-bagian secara menyeluruh, sehingga karya seni itu merupakan satu kesatuan yang utuh. Kesatuan dapat diciptakan dengan berbagai cara, yaitu: menggunakan komposisi atau penggabungan unsur yang ada, melalui pancaran emosi penciptanya melalu ide dari penciptanya, dan kesatuan dari bentuk-bentuk yang ada.
b). Keseimbangan (balance)
Keseimbangan atau balance adalah keserasian bobot dari unsur-unsurnya. Keseimbanga ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu keseimbangan simetris (symmetrical balance keseimbangan asimetris (asymmetric balance), dan keseimbangan radial (radial balance), dan keseimbangan simetris dalam seni adalah keseimbangan dengan cara membagi dua dalam sebuah komposisi, sehingga satu bagian merupakan bagian yang sama dengan bagian yang lain.
Keseimbangan asimetris adalah komposisi dari dua bagian yang tidak sebanding. Keseimbangan asimetris walaupun tidak sama persis tetapi secara prinsip dapat dikatakan seimbang karena nilainya. Sedangkan keseimbangan radial adalah suatu cara untuk mengomposisikan unsur-unsur yang memancarkan ruang luar dari titik pusat. Dengan kata lain keseimbangan radial adalah keseimbangan yang melingkar dan terdapat ruang sebagai titik pusatnya.
c). Irama (rhythm)
Irama merupakan prinsip seni rupa yang sangat penting. Irama dapat diciptakan melalui
pengulangan unsur-unsur seni rupa. Biasanya dapat berupa pengulangan bentuk, warna,
tekstur, ukuran, dan sebagainya. Irama merupakan perubahan bunyi, bentuk, warna, dan
gerak tertentu secara teratur yang membawa perasaan hanyut dalam perubahan yang terjadi.
d). Pusat perhatian (point centre)
Pusat perhatian atau point centre adalah bagian yang paling menarik dari sebuah karya seni. Dalam karya seni sudah selayaknya bahwa ada sesuatu hal yang menarik perhatian para penikmat seni. Orang pertama kali akan melihat karya seni adalah sesuatu yang paling menarik, berkesan, dan membekas di hati karena keindahannya. Pusat perhatian ini dapat berupa titik, garis, bidang, bentuk, wama, maupun tekstur atau ornamen, dan asesoris.
e). Ukuran perbandingan (proporsi)
Ukuran perbandingan atau proporsi ini adalah perbandingan antara bagian satu dengan
yang lainnya. Perbandingan antara bagian dengan keseluruhan atau keseluruhan dengan
bagian. Ukuran perbandingan berguna untuk membandingkan ukuran, dan bentuk satu
dengan yang lain.
Setelah memerhatikan prinsip-prinsip desain seni maka dalam proses pembuatannya juga
akan mempertimbangkan prinsip-prinsip itu, sehingga karya seni yang dihasilkan telah
melewati berbagai pertimbangan yang direncanakan dan karya yang diciptakan akan terlihat lebih menyenangkan, menarik, lebih indah, dan artistik. Berikut ini adalah langkah praktis dalam merencanakan karya seni (kegiatan mendesain).
merancang karena merancana/mendesain adalah kegiatan awal yang harus dikerjakan sebelum membuat karya seni rupa. Baik dan buruknya karya yang akan dibuat sangat tergantung dari desain yang dibuat. Desain yang bagus akan menghasilkan karya yang bagus. Bagus atau tidaknya karya akan sangat dipengaruhi oleh beberapa hal sebagai berikut.
- Keahlian seseorang dalam merancang suatu karya seni rupa.
- Pengalaman estetik seseorang yang berpengalaman membuat desain dan karya, akan memengaruhi hasil akhir karya Pengalaman estetik ini akan ditunjang dengan keaktifan melihat pameran, membandingkan karya seni yang dipamerkan, dan melakukan renovasi dan eksperimen terhadap pembuatan desain dan karya seni rupa.
- Seorang perancang/desainer dapat secara aktif dan kreatif mencari dan terus mencari secara mandiri sehingga akan menambah wawasan di bidang seni rupa, sehingga hasil karyanya akan semakin bagus dan menarik.
- Melakukan kegiatan perancangan/desain dengan mengedepankan prinsip seni sebagai patokan atau tolak ukur yang standar yang meliputi prinsip kesatuan, keseimbangan, irama, pusat perhatian, dan proporsi ukuran perbandingan.
Dalam kegiatan mendesain ini tidak dapat terlepas dari pedoman pembuatan karya seni yaitu
memadukan kaidah-kaidah atau prinsip seni dan unsur-unsur seninya. Secara garis besar kaidah atau prinsip seni itu adalah sebagai berikut.
a). Prinsip kesatuan (unity)
Prinsip kesatuan adalah adanya kombinasi dan penyatuan dari unsur-unsur yang membentuk
karya seni itu (garis, bidang, warna, gelap terang, dan tekstur). Kesatuan merupakan hubungan bagian-bagian secara menyeluruh, sehingga karya seni itu merupakan satu kesatuan yang utuh. Kesatuan dapat diciptakan dengan berbagai cara, yaitu: menggunakan komposisi atau penggabungan unsur yang ada, melalui pancaran emosi penciptanya melalu ide dari penciptanya, dan kesatuan dari bentuk-bentuk yang ada.
b). Keseimbangan (balance)
Keseimbangan atau balance adalah keserasian bobot dari unsur-unsurnya. Keseimbanga ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu keseimbangan simetris (symmetrical balance keseimbangan asimetris (asymmetric balance), dan keseimbangan radial (radial balance), dan keseimbangan simetris dalam seni adalah keseimbangan dengan cara membagi dua dalam sebuah komposisi, sehingga satu bagian merupakan bagian yang sama dengan bagian yang lain.
Keseimbangan asimetris adalah komposisi dari dua bagian yang tidak sebanding. Keseimbangan asimetris walaupun tidak sama persis tetapi secara prinsip dapat dikatakan seimbang karena nilainya. Sedangkan keseimbangan radial adalah suatu cara untuk mengomposisikan unsur-unsur yang memancarkan ruang luar dari titik pusat. Dengan kata lain keseimbangan radial adalah keseimbangan yang melingkar dan terdapat ruang sebagai titik pusatnya.
c). Irama (rhythm)
Irama merupakan prinsip seni rupa yang sangat penting. Irama dapat diciptakan melalui
pengulangan unsur-unsur seni rupa. Biasanya dapat berupa pengulangan bentuk, warna,
tekstur, ukuran, dan sebagainya. Irama merupakan perubahan bunyi, bentuk, warna, dan
gerak tertentu secara teratur yang membawa perasaan hanyut dalam perubahan yang terjadi.
d). Pusat perhatian (point centre)
Pusat perhatian atau point centre adalah bagian yang paling menarik dari sebuah karya seni. Dalam karya seni sudah selayaknya bahwa ada sesuatu hal yang menarik perhatian para penikmat seni. Orang pertama kali akan melihat karya seni adalah sesuatu yang paling menarik, berkesan, dan membekas di hati karena keindahannya. Pusat perhatian ini dapat berupa titik, garis, bidang, bentuk, wama, maupun tekstur atau ornamen, dan asesoris.
e). Ukuran perbandingan (proporsi)
Ukuran perbandingan atau proporsi ini adalah perbandingan antara bagian satu dengan
yang lainnya. Perbandingan antara bagian dengan keseluruhan atau keseluruhan dengan
bagian. Ukuran perbandingan berguna untuk membandingkan ukuran, dan bentuk satu
dengan yang lain.
Setelah memerhatikan prinsip-prinsip desain seni maka dalam proses pembuatannya juga
akan mempertimbangkan prinsip-prinsip itu, sehingga karya seni yang dihasilkan telah
melewati berbagai pertimbangan yang direncanakan dan karya yang diciptakan akan terlihat lebih menyenangkan, menarik, lebih indah, dan artistik. Berikut ini adalah langkah praktis dalam merencanakan karya seni (kegiatan mendesain).
- Mengadakan perenungan, menggali ide, mencari ide, sampai dengan menemukan konsep bentuk yang diinginkan.
- Menyiapkan bahan dan alat atau media yang dibutuhkan untuk membuat desain karya seni.
- Mendesain dalam kertas atau media lain.
- Mewarnai hasil desain.
- Menerapkan dalam bentuk yang sebenarnya.

